Menurut genesanya, batuan beku dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
– Batuan Beku Intrusif
Yaitu batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi, batuan jenis ini biasanya membentuk kristal yang sempurna dan tekstur kristal kasar: granit ,granodiorit, syenit, diorit dan gabro. Kelompok ini sering disebut juga sebagai batuan Plutonik.
– Batuan Beku Ekstrusif
Yaitu batuan beku yang terbentuk (membeku) di luar permukaan bumi, batuan jenis ini umumnya bertekstur dan struktur yang halus dan berjejak – jejak pada permukaannya, seperti : Basalt, Andesit, Diorit dan lain – lain.
Menurut sifat fisiknya, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi 4 macam batuan beku, yaitu (lihat table dan gambar di) di bawah ini :
Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
– Batuan Beku
– Struktur Batuan Beku
– Tekstur Batuan Beku
– Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
– Deskripsi Batuan Beku

Mineral Utama adalah mineral yang terbentuk dari kristalisasi magma, biasanya hadir dalam jumlah yang cukup banyak dan menentukan nama atau sifat batuan.
Contoh : Kwarsa, Plagioklas, Ortoklas, Olivin, Piroksen, Amfibol, Mika dan Felspatoid.
Mineral Tambahan
Mineral tambahan yaitu merupakan mineral hasil kristalisasi magma, tetapi kehadirannya relatif sedikit (kurang dari 5%) dan tidak menentukan nama/sifat batuan. Umumnya berbentuk mineral berat.
Contoh : Apatit, Zirkon, Magnetit, Hematit, Rutil dan lain – lain.
Mineral SekunderMineral sekunder adalah mineral yang merupakan hasil ubahan dari mineral – mineral primer, proses ubahan tersebut antara lain karena pelapukan, sirkulasi larutan sisa magma karena metamorfosis.
Contoh : Klorit, Kalsit, Serisit, Kaolin, Epidot.














Komentar