– Batuan Beku
– Struktur Batuan Beku
– Tekstur Batuan Beku
– Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
– Deskripsi Batuan Beku
1. Tipe Magma merujuk pada warna dari batuan extrusive (terang ke gelap) seiring dengan meningkatnya kandungan SiO2 %.
2. Term Asam dan basa, ketika menggunakan dalam konteks ini, TIDAK ADA hubungan dengan term pH.
3. Tabel ini tidak memuat keseluruhan jenis Batuan beku; tabel ini merupakan petunjuk umum unutk menolong kita menentukan nama batuan dengan kandungan SiO2%
Magma adalah suatu larutan silikat pijar dengan temperatur berkisar antara 1200 0C – 1600 0C komposisi mineral yang beragam dan bertekanan tinggi, mempunyai sifat mobilitas yang terus mengalir menuju permukaan bumi.Karena perbedaan proses pendinginan magma tersebut, maka terbentuk berbagai jenis batuan beku dari asam sampai dengan ultra basa.
Dalam prosesnya itu sendiri pembentukan batuan ini didukung oleh mineral – mineral pembentuk batuan, di mana mineral pembentuk tersebut terurut dalam suatu urutan mineral “ Seri Bowen”.
Beberapa faktor yang mempengaruhi genesa atau keterjadian batuan beku :
Magma induk bersifat
• Basal Olivin : Basa – Ultrabasa
• Basal Toleitik : Basa – Menengah
• Granit – Granodiorit : Asam
Proses pembauran / pencampuran magma induk dengan batuan samping yang diterobosnya, dengan syarat – syarat sebagai berikut :
• Batuan samping yang diterobosnya mudah hancur.
• Temperatur pembentukan batuan samping lebih kecil dari magma induknya.
• Jika temperatur peleburan batuan samping lebih besar dari batuan induknya, akan mengakibatkan terjadinya xenolit (batuan asing).
Xenolit yaitu fragmen asing yang terdapat di dalam batuan beku akibat adanya efek pembakaran pada batuan yang diterobosnya.
Yaitu proses pembauran dari sebagian magma yang terjadi selama proses penghabluran berjalan sehingga dapat menghasilkan batuan beku yang berbeda dari satu magma induk yang sama















Komentar