Eksplorasi Geofisika Menggunakan Metode Magnetik

- Penulis

Sabtu, 2 Juli 2016

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eksplorasi Geofisika Menggunakan Metode Magnetik,- Metode Magnetik merupakan salah satu dari bagian metode geofisika yang diterapkan dalam kegiatan eksplorasi. Selain metode magnetik ini, ada juga metode lain yang digunakan misalnya metode geolistrik, metode gravitasi, metode seismik, atau sering disebut eksplorasi tak langsung. Penggunaan metode magnetik ini dilakukan berdasarkan atas adanya anomali medan magnet bumi akibat sifat kemagnetan batuan yang berbeda satu terhadap lainnya.


Ada beberapa tipe bijih seperti magnetit, ilmenit, dan phirotit yang dibawa oleh bijih sulfida menghasilkan distorsi dalam magnet kerak bumi, dan dapat digunakan untuk melokalisir sebaran bijih. Disamping aplikasi langsung tersebut, metoda magnetik dapat juga digunakan untuk survei prospeksi untuk mendeteksi formasi-formasi pembawa bijih dan gejala-gejala geologi lainnya (seperti sesar, kontak intrusi, dll). Dalam perumusan metode magnetik dapat diuraikan sebagai berikut :
Gaya magnet (F) yang ditimbulkan oleh dua c yang berjarak (r) dengan muatan masing-masing (m1) dan (m2)

 

m adalah permeabilitas magnetik medium.  Kuat medan magnetik (H) pada suatu titik dengan jarak (r) dari muatannya adalah:

jika suatu benda berada dalam medan magnetik dengan kuat medan (H), maka akan terjadi polarisasi magnetik (I) sebesar : I = k.H, dimana k adalah kerentanan (susceptibilities) magnetik.

Sifat Umum Kemagnetan Batuan
Medan magnet bumi secara sederhana  dapat digambarkan sebagai medan magnet yang ditimbulkan oleh batang magnet raksasa yang terletak didalam inti bumi, namun tidak berimpit dengan pusat bumi. Medan magnet ini dinyatakan dalam besar dan arah (vektor) dimana arahnya dinyatakan dalam deklinasi (penyimpangan terhadap arah utara-selatan geografis) dan inklinasi (penyimpangan terhadap arah horizontal).

Kuat medan magnet yang terukur dipermukaan sebagian besar berasal dari dalam bumi (internal field) mencapai lebih dari 90%, sedangkan sisanya adalah medan magnet dari kerak bumi, yang merupakan target didalam eksplorasi geofisika, dan medan dari luar bumi (external field).

Baca Juga :  Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Dataran Banjir

Karena medan magnet dari dalam bumi merupakan bagian yang terbesar, maka medan ini sering juga disebut sebagai medan utama yang dihasilkan oleh adanya aktivitas di dalam inti bumi bagian luar (salah satu konsep adanya medan utama ini adalah dari teori dinamo).
Mineral-mineral dengan sifat magnet yang cukup tinggi antara lain :
– Oksida-oksida besi : FeO – Fe2O3 – TiO2
– Sulfida-sulfida dalam series troilite-phyrotit

Kerentanan (susceptibilities) Batuan
Kerentanan magnetik merupakan parameter yang menyebabkan timbulnya anomali magnetik dan karena sifatnya yang khas untuk setiap jenis mineral, khususnya logam, maka parameter ini merupakan salah satu subjek didalam prospek geofisika. Telah diketahui bahwa adanya medan magnet bumi menyebabkan terjadinya induksi magnetik yang besarnya adalah penjumlahan dari medan magnet bumi dan magnet batuan dengan kerentanan magnetik yang cukup tinggi. Besaran ini adalah total medan magnet yang terukur oleh magnetometer apabila remanan magnetiknya dapat diabaikan.

Setiap jenis batuan mempunyai sifat dan karakteristik tertentu dalam medan magnet yang dimanifestasikan dalam parameter kerentanan magnetik batuan atau mineralnya (k). Dengan adanya perbedaan dan sifat khusus dari tiap jenis batuan atau mineral inilah yang melandasi digunakannya metoda magnetik untuk kegiatan eksplorasi maupun kepentingan geodinamika. Pada Tabel 1 dapat dilihat daftar kerentanan magnetik (k) beberapa jenis batuan dan mineral yang umum dijumpai.
 

 

  

Tabel 1.
Kerentanan magnet beberapa batuan dan mineral
(Telford, 1990., dan Parasnis, 1973)

Berdasarkan sifat magnetik yang ditunjukkan oleh kerentanan magnetiknya, batuan dan mineral dapat diklasifikasikan dalam :
1.Diamagnetik, mempunyai kerentanan magnetik (k) negatif dan kecil artinya bahwa orientasi elektron orbital substansi ini selalu berlawanan arah dengan medan magnet luar. Contohnya : graphite, marble, quarts dan salt.
2. Paramagnetik, mempunyai harga kerentanan magnetik (k) positif dan kecil
3. Ferromagnetik, mempunyai harga kerentanan magnetik (k) positif dan besar yaitu sekitar 106 kali dari diamagnetik/paramagnetik.

Baca Juga :  Deskripsi Batuan Metamorf

Sifat kemagnetan substansi ini dipengaruhi oleh keadaan suhu, yaitu pada suhu diatas suhu Curie, sifat kemagnetannya hilang. Efek medan magnet dari substansi diamagnetit dan hampir sebagian besar paramagnetik adalah lemah
 

Penyajian Data Lapangan
Hasil pengukuran oleh magnetometer umumnya disajikan dalam bentuk Peta Anomali Magnetik dengan kontur yang mencerminkan harga anomali yan sama. Dari peta ini, untuk kepentingan eksplorasi masih memerlukan proses lebih lanjut untuk memperoleh daerah targetan atau daerah prospek. Suatu hal yang penting dalam pengolahan data survei magnetik adalah zero level, dan pekerjaan interpretasi dimulai dari daerah zero level tersebut lihat Gambar 1

Gambar 01
Penentuan magnetic zero level (Parasnis, 1973 p 38)

Interpretasi
Suatu contoh sederhana hasil interpretasi dari hasil pengukuran lapangan dapat dilihat pada Gambar 2

 
Gambar 2.
Anomali magnetik tubuh bijih suatu mineral
(Parasnis, 1973 p 39)
 


Dari interpretasi data magnetik, parameter-parameter tubuh bijih yang akan diperhitungkan adalah :
1.    Kedalaman dari permukaan
2.    Panjang (dimensi) endapan
3.    Arah endapan
4.    Batas bawah endapan
5.    Ketebalan dari penampang
6.    Intensitas magnetik untuk memperkirakan tipe tubuh bijih
 

Contoh Model Anomali Magnetik
Pada Gambar 3 dapat dilihat peta iso magnetik hasil survei magnetik batuan predominantly granulit pada daerah Udal Center Sweden, dengan nilai maksimum 1600. Kemudian dari peta kontur tersebut dibuat penampang melintang yang memotong daerah anomali, dan diinterpretasikan susunan batuan serta titik anomali (bijih) yang akan ditentukan (Gambar 4)

Gambar 3
Peta Isoanomali

Gambar 3
Penampang A
Gambar 4
Penampang B

Referensi/Daftar Pustaka :
1. Buku Pegangan Kuliah Lapangan Geofisika, Prodi Teknik Geofisika, Jurusan
    Teknik Geologi, FTM-ITB, 1997  
2. Parasnis, D.S., Mining Geophysics., Elsevier Scientifics Publishing Company,
    New York, 1973
"tidak direkomendasikan menggunakan software bajakan, gunakan software asli dari penyedia/vendor, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan (it is not recommended to use pirated software, use the original software from the provider to avoid unwanted things)".by admin orangtambang
Follow WhatsApp Channel orangtambang.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

POST TERKAIT

CGG GeoSoftware Suite 11.0 New Update
Isatis Neo Mining 2024.12 Full Crack
Kegiatan Eksplorasi Nikel Laterit Quality Control (QC)
Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future Gold Exploration
Pemodelan Geologi Dan Estimasi Sumber Daya Batubara
Leapfrog Geo 2023 x64 Full Module
Geovia Surpac 2024 x64 (7.7.354) Full Module
GEMS v6.5.1 Free Download
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


POST TERKAIT

Sabtu, 14 Juni 2025 - 23:18 WIT

CGG GeoSoftware Suite 11.0 New Update

Selasa, 3 September 2024 - 12:19 WIT

Isatis Neo Mining 2024.12 Full Crack

Jumat, 17 Mei 2024 - 01:20 WIT

Kegiatan Eksplorasi Nikel Laterit Quality Control (QC)

Jumat, 17 Mei 2024 - 01:20 WIT

Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future Gold Exploration

Kamis, 16 Mei 2024 - 02:00 WIT

Pemodelan Geologi Dan Estimasi Sumber Daya Batubara

POST TERBARU

ARANZ Geo Leapfrog

Download Leapfrog Geo 2026.1.1 New Update Bebas Instal Unlimited

Senin, 6 Jul 2026 - 13:41 WIT

MineSched

Download MineSched 2025 x64 (9.10) Bebas Instal

Kamis, 2 Jul 2026 - 11:22 WIT

Mining Software

Surpac 2026 x64 (7.9) Update Terbaru Lanjar Jaya

Kamis, 2 Jul 2026 - 09:13 WIT

Mining Software

Download Whittle 2022 x64 Refresh 3 Update 2024 Unlimited

Rabu, 1 Jul 2026 - 12:12 WIT

error: Content is protected !!