Geologi Lingkungan Sistem  Pencegah Kebocoran Dari Tempat Pembuangan Limbah

Written by

in

GEOLOGI LINGKUNGAN – SISTEM  PENCEGAH KEBOCORAN DARI TEMPAT PEMBUANGAN LIMBAH. Agar tempat pembuangan limbah tidak mencemari air tanah, maka sekeliling limbah harus dibatasi dengan menggunakan :
1. Synthetic liner (Flexible membram liner/ FML)
LLDPE (linier low density polyethylene)
HDPE ( high density polyethylene)
CPE (chlorinated polyethylene)
CSPE (chlorsulfanatad PE hypalon)
PVC ( Polyvinyl chloride)
2. Liner dari alam (lempung )
3. Natural Liner
4. Cara Menetralkan Kontaminan


Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
Pengantar Geologi Lingkungan
Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Deposit Collovial
Ruang Lingkup Geologi Dalam Perencanaan Pemukiman
Geologi Lingkungan  Tentang Gempa Bumi
Geologi Lingkungan Tentang Polusi
Geologi Lingkungan Tentang Batuan Sebagai Bahan Kontruksi
Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Pasir Kasar Dan Gravel
Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Estuarin
Geologi Lingkungan Sifat Geoteknik Dari Deposit Dataran Banjir
Geologi Lingkungan Tanah Residu Daerah Tropis
Geologi Lingkungan Tanah Mengembang Atau Expasive Soil 


Lebih lengkap Geologi Lingkungan di SINI

Geologi Lingkungan





SYNTETIC LINER
Biasanya yang digunakan adalah double liner system. Metoda ini biasanya digunakan untuk land fill ataupun kolam. Istilah landfill disini digunakan untuk tempat penyimpanan permanen dari limbah padat atau cair. double liner system biasanya digunakan untuk: a) primary base liner b) secondary base liner dan c) untuk final cover jika tempat pembuangan limbah tersebut akan ditutup.

Hal yang peting harus dilakukan bahwa lokasi limbah harus diatas muka air tanah. FML dapat digunakan secara individu atau digabung dengan lempung. Adapun parameter yang mempengaruhi adalah :
– Persyaratan umum : Waktu pemakaian,peraturan yang ada di daerah tersebut
– Sifat bahan limbah : tipe,suhu, sifat kimia, pengaruh terhadap liner.
– Kondisi lapangan : air tanah, tanah, K, kedalaman
– Kondisi lingkungan : suhu, angin, curah hujan dan penyinaran matahari.

LINER ALAM
Liner alam bisa terbentuk karena dibuat oleh manusia atau terjadi secara alamiah:
– Dibuat oleh manusia. Biasanya liner yang dibuat manusia dilakukan dengan cara membuat barrier hidrolik dan drain. Barrier hidrolik sendiri dapat berasal dari  lempung atau geomembrane. Sedangkan drain dapat dilakukan dengan menggunakan pasir. gravel dan geosynthertic
Hidrolik konduktifitas, indek plastisitas dan kandungan lempung merupakan kunci karena :
– K akan turun jika PI naik dan jika PI < 40 % maka akan cenderung lemah
– Kandungan lempung sangat berguna pada tanah dengan kandungan lempung kurang dari 20 % dalam berat

Sehingga untuk alasan praktis lebih disukai menggunakan tanah dengan plastisitas rendah karena mudah dicampur, hydrate dan relatif homogen di alam.

NATURAL LINER
Natural liner terbentuk karena kondisi alam yang memungkinkan  terbentuknya aquitard atau aquiclude. Natual liner biasanya merupakan tanah lempungan sangat tebal, tidak ada rekahan dan kekar, tidak mengalami pelapukan.

CARA MENETRALKAN KONTAMINANBerikut beberapa cara menetralkan kontaminan di daerah buangan limbah yaitu :
1. Treatment
Biasanya dilakukan untuk menetralkan kelebihan asam atau basa
limbah asam    kapur
2H+ +  Ca (OH)2   Ca 2+  + 2H2O
Limbah basa     Asam sulphat
2OH- +  H2 SO4         2H2O  + SO4-2

2. Proses oksidasi reduksi
Sebagai contoh oksidasi untuk pembuangan limbah cianida yang beracun menjadi kurang beracun
Buangan cianida   oksidasi  Cianate
CN    +  O   CNO-

3. Presipitasi
Bahan yang biasa dipakai adalah Ca(OH)2 untuk memindahkan logam berat dan anion
3Pb2+   +  2HCO3-  +  2Ca(OH)2   2PbCO3.Pb(OH)2  +  2Ca2+  +  2H2O

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *