
1. Proses Pelapukan
Proses yang mempengaruhi pembentukan batuan sedimen dari segi kimiawi dan mekanik.
● Segi Kimiawi
– Proses pelarutan, proses penghancuran oleh reaksi kimia dengan air.
– Proses dehidrasi yaitu Proses pelepasan molekul air pada mineral, khususnya pada mineral – mineral olivin.
– Proses karbonisasi yaitu proses pembentukan mineral karbonat yang kaya akan kandungan kalsium.
● Segi Mekanik
– Pemecahan / pemisahan bahan – bahan batuan asal akibat tingkat perbedaan suhu yang cukup tinggi antara 0º – 50º C.
– Proses pelapukan ini dikontrol oleh radiasi matahari dengan curah hujan yang sangat rendah.
Seberapa jauh bahan – bahan atau material – material ditransportasikan, tercermin dari bentuk dan ukuran butir serta kehadiran mineral – mineral yang stabil, tak stabil dan campuran keduanya. Komposisi mineral yang menyusun batuan sedimen yaitu:
a. Mineral tak stabil menunjukkan bahwa material sedimentasi sangat dekat dari sumbernya (batuan asal).
b. Jika tersusun oleh campuran mineral stabil dan mineral tak stabil, berindikasi bahwa material yang terangkut belum terlalu jauh dari sumbernya.
c. Didominasi mineral stabil, mengindikasikan bahwa bahan – bahan tersebut terangkut sebelum diendapkan transportasi cukup jauh.
Beberapa hal yang terdapat dalam proses pengendapan yaitu antara lain:
a. Proses pemadatan oleh gaya gravitasi
b. Proses pembatuan akibat penekanan yang kontinu, kadar air yang ada di dalam bahan tersebut keluar dari batuan sehingga terbentuk rongga pori kecil.
c. Proses diagenesa yang diikuti penghabluran kembali sebagian material asal (Allogenik) menjadi mineral baru (Autigenik), jika berlangsung kontinu terbentuk batuan sedimen dan batuan malihan.
Beberapa tempat pengendapan batuan sedimen, yaitu :
1. Lingkungan Laut / Marin, ada 3 tempat pengendapan yaitu ;
● Laut Dalam
● Laut Dangkal
● Laut Transisi (Pantai)
2. Lingkungan Darat
● Danau
● Sungai
● Rawa (Swamp)
● Gurun














Komentar